Elena selalu tahu bahwa peta menyimpan ingatan. Sejak kecil, satu sentuhan jarinya pada perkamen atau batu membanjiri pikirannya dengan kenangan setiap jiwa yang pernah melewati tempat itu. Ini adalah karunia yang telah menjadikannya alat yang berharga bagi para kartografer kerajaan dan tawanan dari dirinya sendiri. Ketika dia dipanggil untuk memetakan reruntuhan terlarang dari Istana Bayangan, dia mengungkap kebenaran yang menghancurkan dunianya: garis keturunannya terikat pada kutukan kuno yang telah merenggut nyawa ibunya dan akan segera merenggut nyawa saudara perempuannya, Mira. Satu-satunya cara untuk mematahkannya terletak di tangan satu-satunya pria yang telah diperingatkan kepadanya untuk tidak pernah dipercaya.
Adrian, pangeran yang diasingkan dari Istana Bayangan, telah menghabiskan satu dekade menyaksikan kerajaannya membusuk dari kejauhan. Terikat oleh kutukan yang menimpanya sendiri, ia dapat merasakan kehidupan terkuras dari tanahnya setiap bulan yang berlalu. Ketika seorang pembuat peta dengan mata yang penuh kesedihan tiba di gerbangnya yang hancur, ia langsung mengenalinya sebagai kunci menuju keselamatannya atau kehancurannya yang terakhir. Nasib mereka terjalin dengan cara yang tidak sepenuhnya mereka pahami, dan daya tarik di antara mereka sama berbahayanya sekaligus tak tertahankan.
Saat Elena dan Adrian menjelajah lebih dalam ke reruntuhan terkutuk, mereka membangkitkan sesuatu yang jauh lebih tua dan lebih menakutkan daripada Istana Bayangan itu sendiri. Selene, ratu spektral yang pernah memerintah cahaya dan bayangan, telah menunggu wadah yang cukup kuat untuk membawanya kembali ke dunia orang hidup. Kekuatan Elena yang semakin meningkat menjadikannya kandidat yang sempurna, dan kutukan yang mengikatnya pada Adrian adalah benang yang akan digunakan Selene untuk menariknya ke bawah. Setiap ciuman yang mereka bagi, setiap malam mereka menyerah satu sama lain, memperkuat cengkeraman ratu pada jiwa Elena.
Dengan nyawa Mira yang dipertaruhkan dan kerajaan Adrian yang runtuh di sekitar mereka, Elena harus memutuskan apakah akan mempercayai pria yang dicintainya atau menghancurkannya untuk menyelamatkan saudara perempuannya. Garis antara kutukan dan berkah semakin kabur di setiap bab, dan satu-satunya kepastian adalah bahwa beberapa ikatan cukup kuat untuk bertahan dari kematian itu sendiri. Di dunia di mana setiap peta mengarah ke sebuah kenangan dan setiap kenangan dapat membunuh, Elena harus menulis ulang takdirnya sendiri sebelum bayangan-bayangan itu merenggutnya selamanya.