Elena telah menghabiskan seluruh hidupnya menyembunyikan jati dirinya. Di siang hari, ia adalah seorang penjaga arsip yang pendiam di kota kerajaan Aeloria, seorang wanita muda cantik tanpa nama keluarga dan tanpa masa depan. Di malam hari, kutukan membakar di bawah kulitnya, membangkitkan sihir kuno yang tidak dapat ia kendalikan. Satu momen keinginan yang ceroboh dengan seorang asing misterius, Adrian, menyulut kekuatan yang langsung dirasakan oleh keduanya, dan hubungan di antara mereka tidak mungkin untuk disangkal atau dijelaskan.
Adrian bukanlah orang asing biasa. Dia adalah pangeran Aeloria yang diasingkan, kembali secara diam-diam untuk merebut kembali takhta yang dicuri oleh bibinya, penyihir Vivienne. Misinya sederhana: menemukan sumber sihir terlarang yang menyebar di seluruh kerajaan dan menghancurkannya. Tetapi sumbernya adalah Elena, wanita yang tak henti-hentinya ia dambakan, dan menghancurkannya berarti menghancurkan satu-satunya orang yang pernah membuatnya merasa hidup.
Seiring gairah mereka semakin dalam, bahaya di sekitar mereka pun semakin besar. Mata-mata Vivienne semakin mendekat, ramalan-ramalan lama muncul kembali, dan Elena menemukan bahwa kutukannya bukanlah hukuman melainkan warisan, sebuah kekuatan yang dimaksudkan untuk mematahkan cengkeraman seorang tiran di kerajaan. Untuk menguasainya, dia harus menempuh jalan kehilangan, pengkhianatan, dan penemuan diri, belajar bahwa gadis terlemah di arsip selalu ditakdirkan untuk menjadi senjata terkuat kerajaan.
Terikat oleh takdir dan diburu oleh seorang ratu, Elena dan Adrian harus memutuskan apa yang rela mereka korbankan: takhta, nyawa mereka, atau cinta yang dapat menyelamatkan mereka berdua. Di dunia di mana sihir dilarang dan kesetiaan dibeli dengan darah, ikatan mereka adalah satu-satunya hal yang tidak dapat diperintahkan oleh mahkota mana pun dan tidak dapat dibunuh oleh kutukan mana pun.